“Public Affairs” Harus Adaptasi dan Maju Bersama

Share post
Public affairs juga mau tidak mau bekerja dalam organisasi matriks. Seperti yang dialami Dian selama menjalani karier sebagai PA. Hal ini dikarenakan PA memiliki dua “topi” saat menjalankan peran

Peranan public affairs (PA) dalam organisasi/perusahaan kini makin dianggap penting dan strategis. Untuk mencapai tahap ini, prosesnya cukup lama dan tidak mudah.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Hal ini dirasakan betul oleh praktisi public affairs (PA), Dian Widjanarty. Kepada HUMAS INDONESIA, perempuan yang sudah lebih dari 13 tahun berkecimpung di dunia PA tersebut berkisah tentang pengalamannya mengawali karier sebagai PA.

Tahun 2003, ketika bekerja di Kedutaan Jepang di Jakarta, ia sudah menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagai PA. Hal ini dikarenakan ia kerap menangani proyek yang berhubungan dengan kebijakan dan kemitraan bersama badan pemerintah, media dan organisasi nirlaba. Termasuk di dalamnya badan dana internasional. 

Ia baru resmi menajabat sebagai Public Affairs/Government Affairs untuk perusahaan multinasional yang bergerak di sektor peralatan olahraga atau sporting goods tahun 2007. Ketika itu pun, kata Dian, pimpinan menyerahkan sepenuhnya uraian jabatan dan gambaran tugas kepadanya berdasarkan hasil/target yang ingin dicapai.

Saat itulah, baik Dian maupun korporasinya, sama-sama belajar memahami PA.

Selengkapnya Baca di E-MAGZ : EDISI 68, TANTANGAN “PUBLIC AFFAIRS”: MENATA EKOSISTEM PEMANGKU KEPENTINGAN

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas