4 Karakteristik Humas yang Dimiliki Nabi Muhammad SAW

Share post
Agama Islam. Foto: Getty Images

Sosok Nabi Muhammad SAW ternyata juga dapat diteladani dalam konteks kehumasan. Seperti apa?

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID Hampir semua pemeluk agama Islam akrab dengan kata shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Adapun keempat istilah tersebut merujuk kepada sifat yang melekat dalam diri Nabi Muhammad SAW. Menariknya, keempat karakteristik tersebut seharusnya juga dimiliki oleh praktisi humas. Mengapa?

Mengutip Iqra’ Al-Firdaus dalam bukunya berjudul Kiat Hebat Public Relations ala Nabi Muhammad SAW (2013), berikut alasan mengapa praktisi humas harus meneladani keempat sifat Rasulullah SAW tersebut dalam pekerjaannya.

1. Shiddiq

Para ulama mendefinisikan kata shiddiq sebagai upaya menyempurnakan amal dan perbuatan, menyesuaikan perkataan dan perbuatan, serta kesediaan berucap dan bersikap benar sekalipun dalam posisi sulit. Dengan kata lain, shiddiq merujuk pada kejujuran dan kebenaran.

Dalam konteks pekerjaan humas, sifat shiddiq harus dimiliki pranata humas agar senantiasa menerapkan sikap jujur dalam bekerja, termasuk saat membuat pemberitaan positif yang mewakili organisasi atau perusahaan.

2. Amanah

Amanah merupakan kata saduran dalam bahasa Arab yang berarti dapat dipercaya. Dalam diri Nabi Muhammad SAW, sifat tersebut terbuktikan lewat komitmen beliau untuk selalu terlebih dahulu melakukan apa yang dianjurkan kepada umatnya.

Bagi praktisi humas, sifat amanah bisa mendorong tanggung jawab terhadap dirinya, publik, dan lingkungan. Karakteristik ini bisa menjadi kunci keberhasilan dalam membangun hubungan baik dengan publik, dan mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan.

3. Tabligh

Dalam beberapa literatur, tabligh dimaknai dengan menyampaikan. Selain itu, tabligh juga dapat diartikan sebagai komunikasi, sebagaimana Nabi Muhammad SAW dikenal piawai melakukannya, sepertik ketika menyiarkan dakwah kepada Bani Quraisy secara singkat, padat, mudah dipahami, santun dan lembut, penuh makna, serta menghormati lawan bicaranya.

Sifat ini mutlak diperlukan oleh praktisi humas, yang merupakan tangan kanan sekaligus corong komunikasi organisasi kepada publik.  

4. Fathanah

Sifat ini dapat diartikan dengan cerdas, sebagaimana Nabi Muhammad SAW mampu mengembangkan strategi yang efisien guna mencapai tujuan dakwah islam dalam berbagai situasi dan tantangan, seperti ketika beliau mendapat pertentangan dari kaum Quraisy.

Bagi praktisi humas, kecerdasan berupa kemampuan berpikir praktis, cerdas dan kreatif, perlu diteladani guna menghadapi berbagai tantangan komunikasi dan krisis, maupun dalam upaya membangun kepercayaan serta reputasi organisasi.

Demikian empat karakterisik Nabi Muhammad SAW yang seyogianya diteladani oleh praktisi humas. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! aza


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas