Data dan Cerita Bertaut di Dunia Maya

Share post
Fungsi humas digital akan makin maksimal dengan dukungan big data dan kecerdasan buatan (artificial Intelligence).

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Data adalah salah satu alat paling ampuh dalam senjata bercerita. Divalidasi benar ketika menunjukkan nilai kepercayaan dari stakeholders perihal komunikasi eksternal. Namun, mungkin sulit untuk menentukan data mana yang paling mewakili cerita dan bagaimana mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikannya kepada publik.

Keberadaan humas digital bagaikan penyejuk untuk terhubung dengan publik di dunia digital. Karenanya, Sobat HUMAS INDONESIA harus mampu memahami peta media dengan efektif dan gencar menggunakan berbagai saluran komunikasi dan informasi. humas juga tidak boleh melupakan kehadiran media massa berbasis digital yang berkembang sangat pesat di Indonesia.

Sudah sepantasnya humas melibatkan data yang akurat dalam mewujudkan komunikasi eksternal. Untuk membuahkan keberhasilan, Sobat HUMAS INDONESIA diharapkan menguasai berbagai kemampuan yang mendukung. Mengumpulkan data pun humas tidak bisa semena-mena. Penting bagi humas untuk mengasah kemampuan menulis kreatif dalam menyajikan data di ruang maya. Di samping itu, kemampuan menganalisis audiens atau konsumen atau warga, memahami fitur setiap platform media digital, mengedit foto atau video, dan lainnya. Rasa ingin tahu, open mind, peka terhadap lingkungan, dan soft skill lainnya harus dimiliki setiap insan PR. Senantiasa berguna untuk diri sendiri dan perusahaan.

Dalam dunia humas, cara kerja berbasis data menjadi kuat ketika pertanyaan yang datang dapat mereka jawab juga dengan kuat. Jika Sobat HUMAS INDONESIA memulai dengan pertanyaan bisnis yang menarik, Sobat HUMAS INDONESIA akan menemukan wawasan bisnis yang menarik pula. Selain berpikir kritis, humas juga akan menerima wawasan yang akan membantu dan membuat keputusan yang lebih baik untuk mendorong hasil yang unggul. Memudahkan komunikasi di ruang digital berbekal data.

Data yang Efektif

Menurut Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, seluruh kompetensi demikian wajib dimiliki humas. Berkemas menghadapi media sosial yang liar, bebas, dan tidak dapat diprediksi. Humas dapat melewati berbagai rintangan digital dengan data yang yang sesuai target sebab komunikasi di media sosial adalah emosi. Setiap orang ingin menjadi diri sendiri di akunnya masing-masing.

Humas yang digerakkan oleh data tidak bisa hanya tentang membenarkan keberadaan dan mencari anggaran tambahan. Ini harus dirancang dan diimplementasikan sebagai metode strategis untuk memperoleh cerita yang menarik diketahui publik dan memengaruhi reputasi.

Stimulus Kekuatan Bercerita

Salah merespons berujung merusak reputasi. Maka dari itu, humas harus dibekali dengan perencanaan bercerita yang baik. Berlaku untuk menyiapkan data maupun merespons dengan data, Sobat HUMAS INDONESIA mesti meyakini segala sesuatu yang direncanakan secara matang. “Di Astra, kami selalu melakukan plan, do, check, action (PDCA),” ujar Boy Kelana yang merupakan alumni Universitas Sebelas Maret. Demi mendukung penyajian data yang efektif dan akurat, PR tidak lalai mengevaluasi dan mengoreksi naskah cerita. Gaya bercerita yang komunikatif nan ringan akan menciptakan citra dan reputasi positif berkelanjutan (continous improvement).

Seorang profesional PR selalu menjadi ahli copywriting terlebih dahulu sebelum mereka menjadi ahli dalam analisis, komunikasi krisis, manajemen konten, komunikasi karyawan, dan lain-lain. Yang perlu digarisbawahi, Sobat HUMAS INDONESIA harus mendekati cara kerja berbasis data dengan gaya bercerita yang mengesankan. Data untuk bercerita sehingga memperoleh kredibilitas dan kepercayaan yang baik di era digital. (mai/akn)

Selengkapnya Baca di PR INDONESIA Edisi Oktober 2019

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas