Diskominfo Klaten Gelar Pelatihan Media Sosial untuk Mendorong Promosi TK

Share post
Tri Mardiana saat mengisi acara pelatihan media sosial yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabuaten Klaten di Gedung Wanita Kabupaten Klaten, Kamis (16/5/2024). Foto: Diskominfo Kabupaten Klaten.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten menggelar pelatihan media sosial untuk meningkatkan kompetensi promosi digital bagi para guru TK dan KB. Seperti apa?

KLATEN, HUMASINDONESIA.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten menyuguhkan pelatihan media sosial bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK), dan Kelompok Bermain (KB) di bawah Yayasan Dian Dharma. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Kabupaten Klaten, Kamis (16/5/2024), terselenggara lewat kolaborasi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Klaten.

Kepala Diskominfo Kabupaten Klaten yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi dan Statistik Pinandita Bima Mahendra menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi digital para guru, utamanya dalam konteks mempromosikan sekolah mereka. “Melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu guru mampu mempromosikan sekolah melalui media sosial,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Klaten.

Senada dengan Mahendra, Ketua Yayasan Dian Dharma Efi Jajang Prihono menilai, peningkatan kompetensi digital diperlukan bagi para guru. Baginya, pelatihan yang dibawakan Tri Mardiana (Nana Kecil) untuk 104 guru TK dan KB di 26 kecamatan se-Kabupaten Klaten ini, akan membuat sekolah mampu bersaing dengan lembaga lain.

Promosi

Berdasarkan data We Are Social, per Januari 2024 tercatat 139 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia. Angka tersebut merupakan peluang besar untuk menggencarkan promosi digital, yang harus dimanfaatkan oleh humas atau stakeholder internal suatu organisasi.

F. Rangkuti dalam buku Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated marketing Communication (2009) menjelaskan, promosi digital di media sosial dapat ditakar melalui lima indikator. Pertama iklan yang mencakup pranala maupun konten promosi yang disisipkan ke dalam website. Kemudian sales promotion seperti menawarkan sesuatu secara gratis hingga penawaran khusus.

Ketiga, public relations (PR) dengan indikator seperti kumpulan frequently asking questions (FAQ), siaran pers, hingga e-newsletter. Keempat, direct marketing berupa nomor telepon, e-mail, hingga lokasi (site map). Terakhir, personal selling di antaranya pemesanan hingga transaksi online. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas