Dua Fokus Komunikasi LPS di Tahun 2023, Apa Saja?

Share post
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) fokus mewujudkan harmonisasi dalam berkomunikasi (dok: LPS)

Tahun ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) fokus melakukan strategi komunikasi untuk meningkatkan kesadartahuan terhadap lembaga. Di samping mengomunikasikan kewenangan baru lembaga berdasarkan UU P2SK yang baru saja disahkan, 15 Desember 2022.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Ada dua hal yang menjadi fokus perhatian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tahun ini.  Masing-masing adalah  meningkatkan kesadartahuan (awareness) publik mengenai lembaga serta mengomunikasikan kewenangan baru LPS berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sistem Keuangan (UU P2SK) yang resmi disahkan 15 Desember 2022. 

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Lembaga LPS Dimas Yuliharto saat menjadi pembicara di gelar wicara Corporate Communications Talks bertema “Strategi Komunikasi yang Adem di Kondisi yang Panas” yang berlangsung secara virtual, Kamis (19/1/2023).

Alasan yang pertama, kata Dimas, dikarenakan berdasarkan survei LPS 2022, tingkat kesadartahuan masyarakat terhadap LPS masih berada di angka 42%, jauh dari harapan lembaga yang dipimpin oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.

Padahal, LPS hadir untuk menciptakan rasa aman nasabah sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan. Dilansir dari LPS.go.id, LPS bertugas menjamin simpanan nasabah di bank. Mulai dari tabungan, deposito, giro, sertifikat, deposito, dan sebagainya, dengan jumlah maksimum Rp2 miliar per nasabah. Selain itu, LPS dapat menyelamatkan atau mencabut izin usaha bank yang bermasalah.

Nah, pekerjaan rumah yang kedua adalah mengomunikasikan kewenangan baru LPS sebagai penyelenggara Program Penjaminan Polis (PPP). “Meski kewenangan kami sebagai penyelenggara PPP baru mulai berlaku 5 tahun sejak UU P2SK diundangkan, tapi komunikasi untuk membangun awareness dan pemahaman harus dilakukan dari sekarang,” katanya. Tak menutup kemungkinan, imbuh Dimas, LPS akan melakukan rebranding.

Harmonisasi Komunikasi

Sementara itu, sejumlah langkah yang dilakukan oleh Dimas beserta jajarannya untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat, salah satunya fokus mewujudkan harmonisasi dalam berkomunikasi. Dengan cara menjalin dan mempererat hubungan dengan media (media relations). Hal ini dikarenakan media merupakan mitra penting untuk menyebarkan informasi dan eksistensi LPS. Dalam jurnal berjudul Manajemen Strategis Public Relations (2020) karya Heni Indrayani, dkk., hingga saat ini media massa masih menjadi rujukan informasi tepercaya.

Selain menjalin relasi dengan media, LPS juga membangun relasi dengan berbagai lembaga untuk mendukung peran dan fungsi lembaga. LPS juga akan terus aktif mengedukasi dan melakukan sosialiasi keuangan, salah satunya dengan mengadakan seminar. 

Hadir pada acara tersebut pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Public Affairs Forum Indonesia, hingga Solopos Media Group. Mereka berkumpul untuk menyampaikan sejumlah strategi komunikasi yang akan dilakukan sepanjang tahun 2023. (SGS)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas