Hal yang Perlu Humas Ketahui di Balik Kesuksesan 'Storytelling'

Share post

Humas memiliki kontribusi dalam mengarahkan pemimpin perusahaan bercerita.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Seperti yang pernah ditanyakan oleh Neil Young, musisi yang hebat, "Siapa yang memberitahumu?" Jawaban atas pertanyaan itu bervariasi dari satu merek ke merek lainnya. Penting untuk memastikan bahwa seorang humas suatu perusahaan atau instansi siap menceritakan kisah perusahaan di acara tatap muka dan virtual.

Storytelling adalah salah satu hal yang dilakukan perusahaan untuk membangun branding. Perusahaan dengan gaya bercerita yang luar biasa telah terbukti mampu membangun brand dan berkembang di dunia bisnis. Sebenarnya, penceritaan bisnis ini sama dengan pola komunikasi orang ke orang. Ketika Sobat HUMAS INDONESIA bertemu  orang baru, apa tujuan mengenal orang itu? Tentu saja, itu membuat koneksi. Membicarakan tentang diri Sobat HUMAS dan menjelajahi kisah orang-orang baru akan mempermudah menjalin hubungan.

Selama sesi Ragan's Brand Storytelling Conference pada April 2022, pakar industri Cheril Clarke, pendiri Phenomenal Writing, dan Ashley Brown, ahli strategi komunikasi klinis senior dengan Atrium Health, berbagi tips terbaik mereka untuk Sobat HUMAS INDONESIA yang ingin melatih C-Level dalam memperoleh kesuksesan storytelling.

Pilih Pemimpin yang Tepat untuk Menceritakan Kisah Suatu Perusahaan

Cheril Clark berkata bahwa orang-orang terbaik untuk menceritakan sebuah kisah adalah orang yang dapat membawa kredibilitas paling besar di dalam pekerjaan. Itu bisa berarti  orang yang paling berpengetahuan atau paling antusias. Seringkali orang ini adalah CEO, maupun bukan. Dengan demikian, Sobat HUMAS INDONESIA perlu mengarahkan C-Level dan memotivasi mereka untuk mengambil tindakan. 

Bantu Pemimpin Tampil Percaya Diri dan Nyaman di Depan Kamera

Karena pandemi virus corona, banyak acara dan kesempatan berbicara dipindahkan ke forum virtual. Namun, Ashley Brown menjelaskan bahwa banyak alternatif terbaik berbicara di depan umum. Brown membagikan kiatnya untuk mempersiapkan pemimpin dan Sobat HUMAS INDONESIA untuk wawancara di depan kamera dan bercerita. Dimulai dari menghindari tampilan pakaian yang kusut atau perhiasan yang mencolok.  Kemudian Sobat HUMAS INDONESIA harus memastikan latar belakang kamera Sobat HUMAS bagus baik pencahayaan bagus maupun tidak ada latar belakang virtual. Sobat HUMAS INDONESIA bisa menunjukkan kepada para pemimpin tentang nuansa teknis video. Clarke menyarankan para eksekutif untuk duduk di depan kamera saat memberi atau berbicara di sebuah acara. "Itu akan memberi sedikit otoritas yang berwibawa," katanya.

Temukan Cuplikan Suara yang Sesuai untuk Seluruh Saluran Komunikasi

Clarke mengatakan mudah untuk menulis naskah media sosial yang akan diposting selama acara jika C-Level menceritakan kisah suatu perusahaan yang sudah disiapkan. "Pikirkan tentang di mana audiensmu. Mungkin di LinkedIn, mungkin juga di Twitter," kata Clarke. Di beberapa bisnis, semakin banyak audiens visual yang kita miliki, semakin banyak stakeholder yang terkoneksi di media digital karena keberhasilan storytelling kita. (akn)

Dikutip dari prdaily.com


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas