Hotel Bersiap Menyambut Tamu

Share post
Hotel Ketjeh sebagai platform review hotel ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa hotel sudah mulai aman dikunjungi. Dok: Istimewa

Industri perhotelan bersiap bangkit dan berdaptasi menyambut tamu di era normal yang baru.   

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Era normal yang baru ini terasa istimewa sebab dilakukan di masa pemulihan pandemi Covid-19. Seluruh pelaku industri hotel harus memastikan mereka mematuhi sejumlah aturan dan protokol baik dari pemerintah pusat maupun WHO. Isu inilah yang mengemuka di acara yang diselenggarakan secara virtual, “Ketjeh Talks: Liburan Ketjeh di Saat New Normal”, Jumat (12/6/2020).

Jambuluwuk Hotels & Resorts adalah satu dari sekian banyak hotel yang tengah bersiap menyambut tamu di era normal baru. Corporate Marketing Communication Manager  hotel tersebut, Martha Thomas, mengatakan, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar pemerintah dan World Health Organization (WHO). Antara lain, kewajiban jaga jarak fisik, memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Seluruh properti Jambuluwuk yang tersebar di enam lokasi di seluruh Indonesia mengambil kebijakan bahwa kamar hotel akan disterilkan selama 48 jam setelah tamu melakukan check out. Mereka juga bekerja sama dengan dokter dan ambulans dari rumah sakit terdekat untuk melakukan penanganan cepat apabila ada tamu yang sedang dalam kondisi kurang fit.

Ya, pandemi telah mengubah pola pikir setiap umat manusia untuk saling peduli dan menjaga. Termasuk di lingkungan hotel, baik kepada sesama rekan sejawat dan tamu. “Prioritasnya adalah membangun kepercayaan tamu bahwa hotel benar-benar bersih, aman dan sehat,” kata Martha di acara yang didukung oleh Pegipegi.com, Loket.com dan Dompet Dhuafa.

Adalah tugas public relations (PR) untuk mengomunikasikan dan membangun awareness kebijakan di era normal yang baru baik ke lingkungan hotel maupun eksternal.  Menurut Martha, bukan perkara mudah merumuskan dan merealisasikan strategi komunikasi di tengah keterbatasan aktivitas dan imbauan jaga jarak fisik. Jalan keluar yang paling relevan adalah merancang strategi komunikasi lewat digital.  

Jambuluwuk memilih mencuri start dengan melakukan publikasi lewat video terkait petunjuk protokol kesehatan yang diterapkan di hotel mereka. “Publikasi melalui video ini bahkan sudah kami lakukan sejak di awal pandemi,” ujarnya. “Semua kebijakan itu sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan WHO,” imbuhnya.

 

Terobosan

Public Relations Manager ASTON Kartika Grogol Hotel & Conference Center Ariestya Devitha sependapat. Bahkan manajemen menjadikan kesehatan fisik dan mental seluruh internal hotel sebagai prioritas. Karena hal itulah seluruh personel hotel wajib melakukan rapid test.

Selain kesehatan, lainnya yang menjadi perhatian adalah pentingnya meningkatkan kerja sama tim. “Kita akan menghadapi pekerjaan-pekerjaan ekstra yang perlu dilakukan selama era normal yang baru ini,” katanya.

Ariestya memberi contoh, menyiapkan personel untuk bersiaga di area pusat kebugaran (gym) untuk menghitung jumlah tamu yang masuk dan membuat daftar tunggu apabila pengunjung sudah melebihi kapasitas yang ditentukan. “Bagaimana pun kondisinya, hotel harus adaptif dan jeli melihat setiap peluang agar industri kita bisa tetap survive,” kata Sekretaris Himpunan Humas Hotel Jakarta ini.

Baru-baru ini ASTON Kartika Grogol mulai menerima pengunjung yang hendak makan langsung di restoran. Untuk memastikan tamu tetap aman dan nyaman, mereka membuat terobosan dengan memanfaatkan QR Code untuk menampilkan daftar menu. Langkah ini bertujuan agar tamu tidak perlu bergantian memegang buku tamu.   


Sementara untuk memasuki masa kenormalan baru, baik Jambuluwuk maupun ASTON Kartika Grogol, menyediakan paket hemat bagi para tamu yang ingin mendapatkan suasana baru dengan dengan jaminan keamanan dan kenyamanan, atau populer dengan istilah staycation. Ini sejalan dengan pernyataan kreator Hotel Ketjeh, Reylando Eka Putra. Menurut pria yang karib disapa Rey itu, menginap di hotel di kota masing-masing, atau staycation, sedang menjadi tren dan peluang yang dapat ditangkap oleh para pelaku hotel. (den)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas