Intip Kisi-kisi Penilaian Kategori Program Kehumasan Terbaik IGA 2023

Share post
Simak aspek-aspek penilaian kategori Program Kehumasan Terbaik IGA 2023. (Foto: Humas Indonesia)

Buka peluang untuk memang dengan memerhatikan aspek-aspek penilaian pada kompetisi The 1st Indonesia GPR Awards (IGA). Salah satunya, pada kategori Program Kehumasan Terbaik. Yuk, intip sejumlah kriteria penilaiannya!

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Program Kehumasan Terbaik adalah salah satu kategori entry yang diperlombakan dalam Indonesia GPR Awards (IGA) 2023. Kategori ini dapat diikuti oleh seluruh humas di lingkungan pemerintah. Mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah darah, perguruan tinggi negeri, BUMN, anak usaha BUMN, BUMD, hingga RSUP/RSUD.

Kategori tersebut terdiri dari sembilan subkategori. Di antaranya:

  1.  Program Lingkungan dan Perubahan Iklim  
  2. Program Sosial  
  3. Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
  4. Program Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kreatif.
  5. Program Kesehatan  
  6. Program Pariwisata dan Pengembangan Desa Wisata  
  7. Program Infrastruktur, Perhubungan, dan Transportasi
  8. Program Energi dan Energi Terbarukan   
  9. Program City Branding di tingkat Kota/Kabupaten/Provinsi.

Untuk mengukur kinerja para humas pemerintah dalam kategori tersebut, HUMAS INDONESIA selaku penyelenggara bersama para dewan juri membaginya ke dalam enam indikator aspek penilaian. Antara lain: 

  1. Riset/Analisis Situasi (10%)

Riset dan analisis situasi penting dilakukan. Menurut Glen Broom dan Bey-Ling Sha, dalam bukunya yang berjudul Cutlip & Center’s Effective Public Relations (2013) riset dan analisis berguna agar humas dapat membuat program komunikasi yang efektif, relevan, dan tepat sasaran.

Dalam tahap ini, peserta disarankan untuk menjabarkan langkah mereka menganalisis  situasi menggunakan metode strength, weakness, opportunity, and threats (SWOT). Kemudian, Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Environment (Lingkungan), dan Legal (PESTLE). Terakhir, survei persepsi dan pemetaan stakeholders.

  1. Objektif (25%)

Objektif adalah sasaran yang dituju humas pemerintah. Peserta diharapkan dapat menjelaskan target komunikasi yang realistis.

  1. Strategi Komunikasi (15 %)

Dalam tahap ini, peserta diharapkan bisa menjelaskan alasan dan rasionalisasi dari strategi komunikasi yang dirancang. Strategi terdiri dari target audiens dan pesan kunci yang dituju.

  1. Implementasi (15%)

Implementasi merupakan hasil dari penjelasan pada tiga poin di atas. Pada indikator ini, peserta diharapkan dapat menjelaskan eksekusi dari berbagai program yang dirancang. Contohnya, taktik media relations dengan model paid, earned, shared, dan owned media (PESO).

  1. Hasil (20%)

Para dewan juri akan menilai hasil atau output dari program yang dirancang oleh para peserta. Termasuk, efek/dampak yang dihasilkan.

  1. Pengukuran dan Evaluasi (15%)

Evaluasi terstruktur perlu dilakukan untuk melihat program yang dirancang oleh humas. Penjelasan pengukuran disarankan menggunakan panduan pengukuran program komunikasi yang terarah (AMEC Framework). Sementara itu, khusus untuk program PKBL/TJSL (BUMN/ BUMD) bisa menggunakan model social return on investment (SROI).

Ikuti kompetisinya sekarang, jangan sampai ketinggalan. Pengumpulan entry dibuka hingga 31 Maret 2023. Para peserta dapat melihat syarat dan ketentuan lengkap dengan mengakses link ini. Adapun untuk mengikuti kompetisi entry IGA 2023, peserta dapat mengakses tautan sebagai berikut https://bit.ly/ENTRYIGA2023 . Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Sdri. Dwieky (0812 8822 2552), Sdr. Aditya (0882 1693 1283), dan Sdri. Sherly (0821 3823 4060). Yuk, segera mendaftar! (SGS)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas