Membangun Komunikasi dengan Gen Z di Era Digital

Share post
Gen Z yang hanya memiliki atensi delapan detik saat berkomunikasi, mempunyai keberanian dan proaktif dalam mengungkapkan pendapat mereka di media sosial, cukup kritis dan memiliki perspektif yang unik

 

Gojek menyadari bahwa di era digital ini, gaya komunikasi yang interaktif namun personal adalah salah satu kunci penting mendapatkan atensi audiens, terutama Gen Z.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Gojek tidak hanya menyasar generasi yang lahir pada tahun 1995 – 2010 sebagai target audiens utama. Tetapi, turut melibatkan mereka secara aktif dalam membuat konten digital. Karakteristik Gen Z yang gemar bereksperimen atau melakukan suatu hal yang baru, peduli terhadap dunia terutama masalah lingkungan, politik, dan sosial ekonomi, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mendorong platform layanan on-demand, pembayaran, serta finansial itu menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung gaya hidup Gen Z.

“Gojek berupaya membangun karakter brand yang kuat dan menjadi dekat dengan audiens kami, serta membangun keterlibatan dengan mereka. Sehingga konten-konten yang kami hadirkan dapat selalu menarik dan relevan dengan keseharian mereka,” ujar VP of Corporate Communications Gojek Audrey P. Petriny kepada HUMAS INDONESIA, Selasa (22/6/2021).

Sebut saja, kampanye Cerdikiawan, Ramadan “Dekatkan yang Jauh, Kirim yang Bermakna”, serta GoFood #LebiHepi, yang sempat viral dan menyedot banyak atensi. Cara Gojek berkomunikasi dua arah dan menghadirkan layanan interaktif mampu memberi nilai tambah di kalangan Gen Z. Karena, interaksi yang bermakna serta pendekatan secara personal menjadi sangat penting dan membuat pesan menjadi lebih mudah diterima oleh audiens.

SELENGKAPNYA BACA DI E-MAGZ : EDISI 75, MEMBACA SELERA KOMUNIKASI GEN Z

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas