Membuat Konten Viral Ala Korporasi

Share post
Nugraha Andaf, CEO Andaf Corporation saat menyampaikan materi di acara inhouse training Angkasa Pura II di Gedung Airport Construction Division, Jakarta, Kamis (3/11/2022). Foto: Dok. Pribadi

Trend viral di sosial media tak selamanya bersifat negatif. Bagi perusahaan, konten viral di media sosial bisa jadi peluang.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – “Do make viral and positive impact”. Itulah yang diungkapkan oleh Nugraha Andaf, CEO Andaf Corporation ketika menjadi narasumber dalam acara inhouse training Angkasa Pura II di Gedung Airport Construction Division, Jakarta, Kamis (3/11/2022).  Acara yang diselenggarakan atas kerja sama PT Angkasa Pura II (Persero) dan HUMAS INDONESIA itu berlangsung hingga Jumat (4/11/2022). Bertajuk “Social Media and Journalist Behind the Curtain”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber lain. Mereka adalah Asmono Wikan (CEO HUMAS INDONESIA) dan Arya Gumilar (Founder BAYK Strategic).

Andaf berujar jika konten yang diunggah di media sosial, dapat meningkatkan citra positif, engagement, dan menaikkan penjualan produk perusahaan. “Media sosial adalah tools yang bagus untuk public relations (PR), sekaligus sudah menjadi platform yang powerfull. Zaman sudah berubah termasuk kebiasaan masyarakatnya. Oleh karenanya media sosial media jadi tujuan PR dalam berkampanye saat ini,” jelasnya.

Untuk dapat menarik atensi publik, yang perpenting adalah PR perlu membuat konten viral, asalkan bukan viral yang negatif. Tak mengapa jika saat ini, praktisi PR belum bisa membuat konten viral yang bersifat positif, asalkan konten viral yang bersifat netral tersebut dapat dikelola dengan baik. “Intinya kalau kita belah, make viral bukan make positive viral. Yang terpenting viral saja dulu. Kalau sudah viral baru dipikirkan impak positifnya,” tutur Andaf.

Adapun konten yang berujung dengan viral negatif biasanya berupa konten prank, klik bait, dan provokatif. Praktisi PR harus menghindari konten-konten yang demikian dalam mengelola media sosial perusahaan.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa perusahaan patut mencoba untuk menggandeng influencer dalam membuat konten perusahaan. Hal ini karena mind set publik terhadap konten yang murni mengatasnamakan perusahaan seringkali tidak diminati. Publik lebih suka konten yang secara personal memberikan konsep story telling karena dinilai lebih tulus dan natural. Oleh karenanya berkolaborasi dengan influencer maupun melibatkan KOL dapat membantu pemasaran. Melalui strategi ini, branding perusahaan akan semakin naik.

Andaf juga mencontohkan salah satu brand fashion asal Indonesia yang dinilai brilian dalam mengelola konten di media sosial. Brand tersebut memasang iklan di New York Square kemudian menyebarkannya melalui konten di media sosial. Banyak warga masyarakat yang latah percaya bahwa produknya benar-benar go international. Padahal faktanya, sedari awal target pasarnya tetap orang Indonesia.

Kampanye Digital

Unik. Itulah satu kata yang dapat mendeskripsikan trend digital marketing di Indonesia. Berbeda dengan negara lain, perusahaan di Indonesia apabila mendapat respon negatif dari publik bisa dengan mudah membalikkan posisi. “Kalau kita lihat beberapa kasus belakangan ini, setelah viral negatif, petinggi perusahaan akan meminta maaf dan selanjutnya dianggap selesai kasusnya. Dengan mudah, perusahaan itu dapat kepercayaan kembali dari publik,” jelasnya.

Cara tersebut berbeda dengan praktek digital marketing di luar negeri. Perusahaan enggan untuk meminta maaf. Mereka lebih banyak mengalihkan ke isu lain yang lebih positif hingga publik lupa terhadap isu negatif yang menyeret perusahaan.

Pada akhirnya, untuk terjun mengelola konten di media sosial, perusahaan harus menentukan terlebih dahulu tujuan kontennya dipublikasikan. Selanjutnya, perusahaan juga perlu melakukan analisis kompetitor atau pasar, membangun engagement dengan audiens, mengikuti tren, serta konsisten. “Perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai dari kampanye digital, kenali identitas brand perusahaan dengan segmentasi, target, dan positioning-nya,” pungkasnya. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas