Mengapa Humas Harus Sat-set Das-des dalam Menangani Krisis

Share post
Krisis dapat mempertaruhkan reputasi organisasi

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Sobat HUMAS INDONESIA tentu menyadari bahwa krisis adalah hal penting bagi reputasi bagi organisasi. Melalui pengelolaan krisis, output yang dihasilkan menjadi pertaruhan reputasi organisasi. Apakah krisis mampu ditangani dengan benar sehingga meningkatkan reputasi organisasi atau malah sebaliknya?

Selain berdampak pada reputasi organisasi atau perusahaan, krisis juga berdampak pada stakeholder penting dari organisasi tersebut seperti investor sampai konsumen. Bisa dibayangkan, jika krisis yang dialami organisasi Sobat HUMAS INDONESIA berdampak buruk juga pada stakeholder. Kerja sama dan hubungan baik yang telah terjalin juga dipertaruhkan.

Oleh karena itu dibutuhkan peran humas dalam mengelola krisis. Eksistensi humas dalam pengelolaan krisis ditunjukkan dengan adanya Tim Pengelolaan Krisis di setiap organisasi. Organisasi yang memiliki Tim Pengelolaan Krisis bisa menjadi lebih fokus dalam menangani krisis. Tidak hanya itu, sumber daya manusia di dalam tim harus cakap, kompak dan terlatih dalam menangani krisis.

Tim Pengelolaan Krisis juga menunjukkan peran strategis humas dalam organisasi. Melalui humas, pengelolaan informasi menjadi lebih efektif. "Humas dapat berperan sebagai pengelola ‘radar’ yang memantau informasi baik dari internal maupun eksternal," ujar Arif Mujahidin, Direktur Komunikasi PT Danone Indonesia dalam keterangan tertulisnya pada HUMAS INDONESIA, Jumat (13/5/2022). Ketika media-media memburu informasi dari organisasi, humas akan berperan sebagai narasumber atau juru bicara yang ditunjuk sesuai jenis krisis yang dihadapi.

Arif melanjutkan bahwa krisis harus ditangani dengan cepat, agar tidak semakin membesar dan justru berdampak buruk pada reputasi organisasi. Kecepatan dalam menangani krisis menjadi penting sebab semakin cepat krisis diatasi maka semakin rendah dampak kerugian dari krisis tersebut. Arif mengatakan penanganan krisis yang cepat juga harus dibarengi dengan ketepatan metode penanganannya, komunikasi yang baik dan tidak tergesa-gesa juga membantu dalam mengelola krisis yang efektif. "Karena, kalau tergesa-gesa  akan berdampak buruk pada krisis," ujar Arif.

Meski harus sat-set dan das-des alias bergerak dengan cepat dalam menangani krisis, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan Sobat HUMAS INDONESIA. Hal lainnya yakni ketika menyampaikan informasi berdasarkan fakta perkembangan keadaan dan jangan terburu-buru dalam menyampaikan informasi.

Selanjutnya yakni menentukan prioritas. "Sampaikan komunikasi sesuai pesan prioritas dan prioritas sasaran komunikasi," ujarnya. Sehingga kita mengetahui publik yang paling terdampak dari krisis ini dan menjadikannya prioritas sasaran komunikasi. (fsb)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas