Mengenal “Jikoshoukai”, Penjenamaan Pribadi ala Anggota JKT48

Share post
Konser JKT48. Foto: Instagram JKT48

Tidak hanya berfungsi untuk perkenalan diri, jikoshoukai juga merupakan alat untuk branding para idol. Seperti apa?

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Penggemar girl group JKT48 pasti sudah tidak asing dengan istilah jikoshoukai. Istilah yang dalam bahasa Jepang ditulis 自己紹介 itu merupakan salah satu tradisi asal negeri sakura. Artinya sendiri adalah perkenalan diri. Bagi setiap anggota JKT48, jikoshoukai mesti dilakukan di awal pertunjukan dengan cara-cara yang unik.

Meski secara harfiah jikoshoukai berarti aktivitas perkenalan diri, tetapi bagi setiap anggota JKT48 tradisi tersebut juga menjadi sarana personal branding (penjenamaan pribadi) yang efektif. Sebab, dalam jikosoukai, setiap anggota JKT48 merangkai perkenalan dengan kalimat khas yang mencerminkan kepribadian dan karakter masing-masing.

Sebagai contoh, jikoshoukai dari Indah, anggota JKT48 asal Jambi, berbunyi “tak banyak bicara, bercerita lewat tulisan. Hai aku Indah!”. Lewat rangkaian kalimat tersebut, pemilik nama lengkap Indah Cahya Nabilla itu secara tidak langsung turut mem-branding diri sebagai pribadi yang kalem.

Pendekatan personal branding lain juga dapat disimak dari jikoshoukai milik anggota JKT48 bernama Flora, yang melibatkan interaksi dengan audiens untuk membangun keakraban. “Ada yang mau ikut aku? Ayo ikut ke dunia Flora. Simsalabim, akan kubuat kamu jadi berbunga-bunga. Halo, aku Flora!” Pertanyaan yang ia lontarkan biasanya akan ditanggapi sorakan penggemar.

“Personal Branding”

Melansir penelitian berjudul Persepsi Visual Elemen Nilai Personal Brand pada Media Kampanye Ridwan Kamil (2017) yang ditulis Robby Firmansyah, dkk., personal branding merupakan suatu kesan yang berkaitan dengan nilai, keahlian, perilaku, maupun prestasi yang dibangun oleh seseorang baik secara sengaja maupun tidak, dengan tujuan menampilkan citra dirinya.

Adapun menurut penelitian berjudul Personal Branding dalam Peningkatan Elektabilitas (Studi Kekuatan Foto Ganjar Pranowo pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (2013) yang dilakukan Soetomo, personal branding setidaknya memiliki empat manfaat. Pertama, menjadi media untuk memengaruhi orang lain tentang persepsi diri.

Kedua, dapat memberitahu tentang keunggulan diri yang menjadikan berbeda dengan orang lain. Ketiga, merangsang persepsi yang bermakna tentang nilai dan kualitas yang dimiliki. Keempat, bisa membuat orang lain melihatnya sebagai satu-satunya solusi pemecahan masalah mereka. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas