Mengenal Matriks Mendelow, Pemetaan “Stakeholder” dalam Kehumasan

Share post
Comunication Strategist Reputasia Fardila astari di acara PR SERIES yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (27/6/2024). Foto: Azza/HUMASINDONESIA

Communication Strategist Reputasia Fardila Astari menilai, Matriks Mendelow memungkinkan humas menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya dengah bijak. Seperti apa?

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Matriks Mendelow menjadi salah satu alat penting yang digunakan oleh praktisi humas dalam memetakan stakeholder. Ditemukan oleh Aubrey Mendelow pada 1991, alat tersebut hingga saat ini masih relevan digunakan untuk membantu organisasi memahami pengaruh dan kepentingan berbagai pemangku kepentingan.

Communication Strategist Reputasia Fardila Astari menjelaskan, Matriks Mendelow memungkinkan humas suatu organisasi mengetahui dengan pasti kekuatan dan kebutuhan masing-masing pemangku kepentingan. “Mana yang harus kita supply informasi secara terus-menerus, mana yang harus kita dekati,” ujarnya dalam acara PR Series besutan MAW Talk bertajuk “Implementasi PESO Model untuk Merancang Program PR yang Efektif dan Berdampak” di Yogyakarta, Kamis (27/6/2024).

Secara teknis, Matriks Mendelow berfokus kepada analisis kelompok pemangku kepentingan berdasarkan kekuatan atau kemampuan stakeholder memengaruhi strategi organisasi, dan minat stakeholder terhadap keberhasilan program yang dijalankan organisasi. “Matriks Mendelow memungkinkan humas menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya dengah bijak, sehingga dapat merencanakan strategi komunikasi yang lebih efektif dan terarah,” imbuh Fardila.

Empat Kuadran

Adapun pemetaan stakeholder menggunakan Matriks Mendelow melibatkan penempatan berbagai pihak ke dalam empat kuadran terpisah. Kuadran pertama mencakup stakeholder dengan pengaruh yang signifikan dan minat tinggi terhadap organisasi atau disebut key players.

Kuadran kedua berisi stakeholder dengan pengaruh tinggi tetapi minatnya rendah atau disebut keep satisfied. Pihak-pihak yang masuk ke dalam kuadran ini, meskipun tidak tertarik dengan isu dan program yang dicanangkan organisasi, tetapi memiliki pengaruh yang besar sehingga tetap perlu dipertahankan untuk mendapatkan dukungan.

Sementara itu kuadran ketiga diisi oleh pihak-pihak dengan kekuatan rendah tetapi memiliki minat yang tinggi atau disebut keep informed. Stakeholder dalam kategori ini perlu diberi asupan informasi secara teratur, karena memiliki perhatian dan keterlibatan yang sangat besar.

Sedangkan pada kuadran keempat mencakup stakeholder dengan kekuatan dan minat yang rendah. Pihak-pihak yang disebut minimal effort ini hanya memerlukan pemantauan sesekali, alias tidak memerlukan banyak perhatian. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas