Menilik Visual Public Relations

Share post
Visual public relations yang dibutuhkan di era digital. Foto: Pexels

Penggunaan media sosial yang semakin masif, menunjukkan kebutuhan besar mengonsumsi konten yang autentik.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Survei We Are Social, Main Reasons For Using The Internet yang dirilis Februari 2022, mengungkapkan delapan puluh persen alasan orang berinternet adalah mencari informasi. Diikuti dua teratas lainnya ialah untuk mencari inspirasi dan keterhubungan bersama teman di dunia maya.

Hal itulah yang menjadi alasan bagi seorang humas agar memiliki kompetensi memproyeksikan program maupun agenda lembaga ke eksternal secara visual. Pendapat itu datang dari Lydia Okva Anjelia, pranata humas Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Ditjen Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menurutnya visual public relations menjadi kemampuan yang tak bisa dikompromikan lagi sebab memiliki segudang manfaat.

Era beralihnya media cetak ke siber menjadikan pranata humas harus beradaptasi menggunakan media baru. Skill dasar kehumasan yang satu ini berkaitan erat dari kepiawaian mengolah konten. “Visualisasi sebuah konten menjadi bagian penting dari penyebaran informasi. Visual yang menarik akan meningkatkan minat audiens,” sebutnya Selasa (27/9/2022) kepada HUMAS INDONESIA melalui Zoom Meeting.

Tak hanya itu, menguatnya fakta seperti tren yang dinamis dan transisi masyarakat Indonesia menjadi masyarakat informasi, telah mengubah cara publik dalam menakar kebutuhan informasi. Jika pranata humas hendak membuat konten, maka hal yang perlu diperhatikan pertama-tama adalah mengenali audiens. Kemudian menentukan target yang lebih spesifik, melatih kreativitas dengan menguasai alat yang digunakan dalam penyebaran informasi.

Tantangan yang akan dihadapi pranata humas juga semakin bertambah, itu sebabnya menguasai alat dalam pembuatan konten bisa menjadi keuntungan. “Sekarang banyak influencer atau yang concern terhadap kesehatan bukan hanya berasal dari Kemenkes. Melainkan juga datang dari masyarakat sendiri. Orang juga bisa berbicara apa saja di media sosial,” paparnya.

Sebuah artikel di teraspr.com berjudul Visual Storytelling Bagi Public Relations 2022, yang diakses HUMAS INDONESIA pada Selasa (27/9/2022). Menjelaskan kalau public relations membutuhkan banyak elemen dalam menyampaikan pesan perusahaan. Keberhasilan itu bisa amat bergantung dari pengendalian komunikasi visual, pemahaman akan visual, hingga memilih dan menguji coba karya untuk mendapatkan resonansi konten. Sebab audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mempertimbangkan konten yang kuat dan autentik. Preferensi ini berkaitan erat dengan masifnya penggunaan media. Itu sebabnya visual public relations dibutuhkan agar terbangun kesadaran publik atas pesan yang ingin disampaikan perusahaan melalui pranata humas. (RES)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas