Merancang Strategi Komunikasi Tepat Sasaran

Share post
Emilia Bassar, CEO CPROCOM saat mengisi acara workshop Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI), Kamis (27/10/2022). Foto: Dok. Pribadi

Ada elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan kehumasan. Ia adalah strategi komunikasi.

MALANG, HUMASINDONESIA.ID – CEO Centre for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM), Emilia Bassar hadir dalam acara workshop Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2022 di kota Malang, Kamis (27/10/2022), yang diselengarakan oleh HUMAS INDONESIA. Emil, begitu ia karib disapa, memberikan kegiatan interaktif bagi para peserta worskhop. Sebagai bahan interaksi, ia melemparkan pertanyaan mengenai arti komunikasi dan meminta para peserta untuk mengambil salah satu dari tiga gambar yang disediakan yaitu gambar darah, lem, dan juga otak.

Para peserta yang memilih darah menjelaskan bahwa komunikasi seperti lem karena melekat dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta lain menerangkan bahwa komunikasi seperti otak yang menjadi tempat berpikir dan memiliki peran penting bagi kehidupan. Pendapat lain juga diberikan oleh para peserta yang memilih jawaban komunikasi itu seperti darah. Menurut mereka, setiap persendian kehidupan membutuhkan komunikasi yang tidak berhenti karena manusia tidak bisa hidup tanpa komunikasi yang bertimbal balik.

Pada kesempatan itu pula Emilia membagi para peserta sesi workshop dalam dua kelompok besar yang masing-masing kelompok ia minta untuk menuliskan kendala pada saat mereka merancang dan menjalankan strategi komunikasi, kemudian diminta untuk menempelkannya di papan yang telah disediakan. Peserta yang hadir mayoritas menuliskan kendala berupa permasalahan ide, birokrasi, awareness, persepsi masyarakat, hingga permasalahan anggaran.

Perempuan peraih gelar doktor Program Studi Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada itu selanjutnya memberikan materi mengenai rencana kampanye komunikasi publik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan kampanye komunikasi, yaitu analisis dan penelitian, SMART objective, target audiens, key message, media dan taktik, pengukuran dan evaluasi, jadwal, dan juga anggaran. “Semua proses perencanaan strategi komunikasi harus memiliki basis data, baseline, dan evidence. Jika tidak memiliki ketiga hal tersebut, kampanye yang dilakukan akan salah sasaran,” terang Emil. Data-data tersebut bisa diperoleh dari monitoring media, kemudian analisis situasi yang bisa diperoleh melalui analisis PEST&PESTLE, SWOT, 5C’s, maupun GAP.

Manajemen Risiko

PEST & PESTLE adalah komponen penting dalam analisis manajemen risiko. Analisis ini bisa membantu suatu institusi untuk memecah peluang dan risiko melalui faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, legal, dan environmental. Analisis ini bisa digunakan untuk menyusun strategi kampanye komunikasi secara tepat dan berkelanjutan dengan mengintegrasinya dengan analisis SWOT.

Untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai rencana kampanye komunikasi, Emilia kemudian meminta setiap kelompok yang telah dibentuk untuk membuat strategi kampanye. Kelompok 1 mengangkat strategi kampanye berjudul “Strategi Komunikasi Penggunaan Obat Sirup yang Aman bagi Balita dan Anak Usia Sekolah Dasar”, dan kelompok 2 mengangkat judul “Strategi Komunikasi Integrasi E-ticketing bagi Pengguna Transportasi Publik”.

Masing-masing kelompok pada sesi workshop tersebut langsung mempraktikkan penggunaan analisis PEST&PESTLE dan SWOT untuk memperoleh strategi komunikasi yang paling baik bagi keduanya. Hasil yang diperoleh kelompok 1 ialah meningkatkan 80% pengetahuan orang tua yang memiliki anak usia balita dan usia sekolah dasar atas Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/III/3515/2022 tentang penggunaan obat sediaan cair/sirup pada anak untuk mengurangi peningkatan kasus gagal ginjal akut anak pada akhir tahun 2022. Sedangkan kelompok 2 memperoleh hasil berupa strategi meningkatkan penggunaan e-ticketing 25% penumpang dengan transaksi tunai pada akhir tahun 2022.

Selain menghadirkan Emilia Bassar (CEO CPROCOM) sebagai pembicara, sesi workshop Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2022 juga turut menghadirkan enam narasumber lain. Mereka adalah  Silvia Sri Mustika (Asisten Direktur Komunikasi Bank Indonesia) dan Aqsath Rasyid Naradhipa (CEO NoLimit), yang sama-sama mengisi kelas workshop bertema” Manajemen Monitoring Media Sosial dan Kampanye Komunikasi Publik yang Efektif”. Lalu Nugraha Andaf (CEO Andaf Corporation) dan Harry Dee David Jusana (Managing Director H+K Strategies) yang memaparkan topik “Bujet Minimalis dan Kampanye Komunikasi Digital yang Inovatif dan Berdampak”.

Adapun Janette Maria Pinariya (Wakil Rektor I LSPR) dan Arif Adi Kuswardono (Komisioner Komisi Informasi Pusat periode 2017-2022) mengupas topik “Mengelola Komunikasi dan Personal Branding untuk Memperkuat Kompetensi PPID”.

Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2022 merupakan ajang kompetisi kinerja komunikasi dan keterbukaan informasi lembaga publik di tingkat kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), BUMN, anak usaha BUMN, dan BUMN se-Indonesia yang kali ini berlangsung di Malang pada 26 hingga 28 Oktober 2022. AHI pertama kali berlangsung tahun 2019 di kota Tangerang. (ELA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas