Narasi untuk Bumi yang Lebih Baik

Share post
Ilustrasi climate change. Foto: Pexels.com/MarkusSpiske

Praktisi public relations (PR) dapat berfungsi sebagai penghubung dalam menyuarakan isu-isu iklim yang tidak pernah akan habis untuk dibahas—sejalan dengan agenda aksi iklim global dan nasional yang terus berkembang.

Sebagai komunikator, public relations (PR) berperan besar dalam menyuarakan isu perubahan iklim. Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada publik, tetapi juga kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Mulai dari kalangan internal, pemerintah maupun industri—dua entitas yang sama-sama mengadopsi prinsip environmental, social, governance (ESG). Aksi perubahan iklim itu sendiri merupakan komponen dari elemen E (environmental).

Menurut Emilia Bassar, CEO Center for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM), kepada PR INDONESIA, Jumat (6/10/2023), mengomunikasikan pesan kepada publik dan mencapai sinergitas dengan stakeholder diperlukan strategi komunikasi yang tepat. Di sinilah peran PR, menyusun strategi komunikasi perubahan iklim berdasarkan metode specific, measurable, achievable, relevant, time-bound (SMART).

 

Selengkapnya Baca di E-MAGZ : EDISI 105, Suara PR untuk Perubahan Iklim

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas