Pelajaran Berharga Humas selama Pandemi

Share post
Yang perlu kita lakukan sebagai PR adalah menjadi lebih produktif

Pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran berharga, termasuk bagi praktisi public relations (PR).

BALI, HUMASINDONESIA.ID – “Kita banyak belajar selama dua tahun berhadapan dengan pandemi,” kata Boy Kelana Soebroto, Ketua PERHUMAS, saat memulai sesi diskusi Association PR Leader yang bertempat di Bali pada Sabtu (4/6/2022).

Satu hal yang pasti, ujar General Manager-Head of Corporate Communications di PT Astra International Tbk, pandemi telah menyadarkan semua insan manusia bahwa komunikasi tidak akan pernah berhenti.

Ia bahkan tak pernah berpikir ingin kembali ke masa sebelum pandemi. Sebab, pandemi justru membuat dunia menjadi jauh lebih modern dengan digitalisasi. “Yang perlu kita lakukan sebagai PR adalah menjadi lebih produktif,” ujarnya di acara yang diselenggarakan oleh ASEAN PR Network (APRN) tersebut.

Boy melanjutkan, PR juga harus terus meningkatkan kapasitas yang dimiliki agar bisa beriringan dengan perkembangan teknologi. Serta, meningkatkan inisiatif untuk bicara baik (positif).

Lebih Baik

Sementara itu, Fiona Cassidy, Chair of Public Relations Institute of New Zaeland (PRINZ), berpendapat pandemi telah mendorong perubahan lingkungan yang lebih baik. Hal tersebut berdampak signifikan bagi perusahaan dan instansi yang juga tumbuh menjadi lebih baik.

Di satu sisi, ia juga melihat pandemi telah menekankan pentingnya kelincahan. “Kita harus lincah, mempertimbangkan dan mengetahui peluang yang ada,” ujarnya. “Nah, digitalisasi adalah salah satu peluang bagi para praktisi PR untuk memperluas koneksi,” ujarnya.

Selain Cassidy, hadir sebagai pembicara di antaranya Chairman and Founder  Vietnam Network Public Relations (VNPR) My Nguyen Khoa dan Chair for Global Alliance Asia-Pacific and Vice President Institute PR Malaysia Jaffri Amin Osman. (akn) 


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas