Peran Strategi Komunikasi bagi Organisasi

Share post
Strategi Komunikasi menjadi bagian penting bagi organisasi untuk mencapai visi. Foto: pexels

Strategi komunikasi yang baik turut berkontribusi membantu organisasi mencapai targetnya. Apa saja hal yang mesti menjadi perhatian?   

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Strategi komunikasi merupakan bagian  penting dari perjalanan organisasi mencapai tujuan atau visinya. Strategi komunikasi juga berperan membantu organisasi dalam menerjemahkan visi dan misi hingga tujuan yang ingin dicapai. Demikian pernyataan Pratiwi Astar, Senior Strategist Emerson Asia Pasific, saat menjadi narasumber dalam acara “Ngobrol bareng CPROCOM” secara virtual, Kamis (5/1/2023).

Setelah mengetahui arah perusahaan, penting bagi seorang praktisi humas untuk melakukan analisis situasi. Menurut Pratiwi, ada beberapa metode yang bisa dipakai oleh public relations (PR) dalam melakukan analisis situasi. Contoh, strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) atau familiar dengan akronim SWOT analysis. Metode lainnya yang juga populer digunakan oleh praktisi komunikasi adalah PESTEL. Terdiri dari politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan legal.

Tahap berikutnya, humas melakukan tujuan komunikasi. Tujuan ini disusun berdasarkan target jangka pendek maupun panjang. Langkah ini kemudian ditindaklanjuti dengan menentukan audiens yang ingin menjadi sasaran.  

Pratiwi berujar, dalam menyusun strategi komunikasi, PR harus memilahnya ke dalam beberapa bagian. Meliputi strategi pra atau persiapan, strategi pada saat pelaksanaan, dan strategi pascapelaksanaan. “Praktisi PR harus mampu membuat ramuan kombinasi aktivasi komunikasi dengan melakukan pendekatan secara off-line, memanfaatkan rekan dan stakeholder, atau cukup secara digital.

Humas Pemerintah

Nah, khusus humas pemerintah, menyusun strategi komunikasi bisa menjadi lebih menantang. Ada kalanya humas harus berhadapan dengan intervensi dari institusi lain atau adanya kebocoran informasi kepada publik. Kondisi seperti ini dapat mengubah rangkaian strategi komunikasi yang telah direncanakan oleh humas. Tipsnya, kata Pratiwi, humas harus melakukan pengondisian dan koordinasi dengan stakeholder yang mereka ajak untuk bekerja sama.

Apabila melibatkan key opinion leader (KOL), maka humas harus memberikan arahan. Termasuk dalam melakukan komunikasi publik. ”Mereka juga harus mendapat arahan mulai dari menyampaikan pesan yang persuasif, tips menjawab pertanyaan sulit, dan lain sebagainya,” tutup Pratiwi  (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas