Rancang Strategi, Agar Komunikasi Berdampak

Share post
Humas perlu merencanakan strategi komunikasi yang baik untuk tingkatkan reputasi publik. Ilustrasi Foto: Dok. sman3cikarangutara.sch.idaman3

Humas memiliki peran penting dalam meningkatkan reputasi perusahaan ataupun organisasi. Ada banyak langkah yang bisa disiasati, salah satunya dengan menerapkan strategi komunikasi.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Membuat perencanaan komunikasi untuk mencapai tujuan perusahaan dan/atau organisasi adalah sebuah keharusan. Perencanaan komunikasi tersebut dipakai sebagai akses humas guna mewujudkan reputasi yang baik bagi perusahaan di kalangan publik.

Ericson Yuda Kurnia dalam penelitiannya di tahun 2021 mendefinisikan strategi komunikasi sebagai paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai suatu tujuan. Strategi komunikasi harus dapat menunjukkan taktik dari praktisi humas untuk dapat menarik atensi publik dan mewujudkan reputasi itu.

Menyusun strategi dalam berkomunikasi kepada publik inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi insan public relations. Seperti juga yang dirasakan Utami Setyowati, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Menurut Utami, sebelum merencanakan strategi komunikasi, perlu adanya riset mendalam mengenai tujuan promosi yang hendak dicapai oleh humas itu sendiri. “Harus riset dulu. Saat mau membuat program apapun itu, kita harus melakukan komunikasi strategis,” ujarnya ketika dihubungi oleh HUMAS INDONESIA, Selasa (13/9/2022).

Hal senada juga diungkapkan oleh Emilia Bassar di konten “Communication Strategy: Cara Buat Strategi Komunikasi” di kanal Youtube CPROCOM, hampir dua tahun lalu. “Yang pertama dilakukan adalah Anda bisa mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber seperti laporan, FGD, workshop, survei, maupun riset dan polling dari pihak ketiga,” jelas CEO Center of Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) itu.

Pemetaan Isu

Setelah melakukan riset, praktisi humas harus menganalisis data yang diperoleh dari riset tersebut. Analisis ini bisa menggunakan metode PEST (Political, Economic, Social, dan Technology) /PESTEL (Political, Economic, Social, Technology, Environmental, dan Legal) maupun SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).

Tahapan ketiga dalam menyusun strategi komunikasi adalah pemetaan terhadap isu, stakeholder, dan media. “Harus melihat isu-isu yang menarik yang menjadi perhatian dari stakeholder utama perusahaan,” tutur Emilia. Adapun tahapan keempat adalah merancang program komunikasi.

Utami menyebutkan program komunikasi bisa berupa konten, kolaborasi, dan project-project lain yang disesuaikan dengan target komunikasi. 

Tahapan terakhir adalah monitoring dan evaluasi. “Merancang evaluasi penting karena akan bisa melihat tingkat keberhasilan program komunikasi yang dirilis oleh praktisi humas,” pungkas Emilia. (AZA)

 


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas