Respon Cepat Sebagai Strategi Komunikasi Layanan Virtual

Share post
Webinar Perpustakaan Nasional “Strategi Komunikasi Digital dalam Layanan Referensi Virtual”, Jumat, 16/9/2022. Foto: Dok. Pribadi

Kecepatan respon dalam suatu proses komunikasi digital menjadi sebuah strategi agar memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan secara virtual.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Dalam dunia digital, masyarakat cenderung menginginkan pelayanan yang cepat. Kunci dari tuntutan masyarakat ini adalah dengan memberikan respon cepat sebagai syarat pelayanan yang baik. Hal ini disampaikan oleh Ulani Yunus, seorang peneliti bidang komunikasi pada acara webinar “Strategi Komunikasi Digital dalam Layanan Referensi Virtual” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jumat  (16/9/2022) dan diikuti langsung oleh HUMAS INDONESIA.

“Pelayanan digital harus lebih cepat dan lebih nyaman bagi publik daripada layanan konvensional agar memberikan pelayanan yang baik,” paparnya.

Layanan referensi virtual merupakan bentuk layanan virtual atau digital berbasis konvergensi teknologi sebagai solusi permasalahan publik. Walaupun komunikasi virtual menggunakan teknologi, namun proses ini memerlukan adanya manusia sebagai komunikator utama.

Komunikasi digital layanan virtual menghubungkan seluruh pemangku kepentingan seperti karyawan, pelanggan, dan calon pelanngan yang dikembangkan untuk menciptakan aset brand melalui media daring dan membangun audiens melalui media sosial.

Perencanaan strategi komunikasi digital dapat dilihat dari pembentukan pesan, pemilihan media, dan analisis audiens.  Perencanaan pesan dibentuk menjadi dua jenis berupa pesan informatif dan pesan persuasif. Pesan ini dapat disampaikan melalui media surat elektronik atau pesan langsung melalui media yang sesuai dengan karakteristik audiens.

Etika Komunikasi

Keunikan komunikasi digital terletak pada konten pesan yang sangat bervariatif. Konten pesan pada media digital didominasi oleh integrasi konten audio visual yang dilengkapi dengan narasi cerita. Kualitas konten pesan bergantung pada cara bercerita komunikator dalam menyampaikan pesan,” tegas Ulani.

Lusiana Monohevita, seorang pustakawan Universitas Indonesia (UI) menambahkan bahwa etika komunikasi merupakan syarat penting dalam melayani masyarakat melalui teknologi digital.

“Ketika ada permintaan layanan informasi, kita diharuskan untuk merespon dengan mengedepankan etika seperti menjawab informasi yang akurat, bersikap ramah dan sopan serta mendengarkan dengan seksama,” jelasnya.

Selain perencanaan komunikasi digital yang tepat, Lusi berpesan bahwa seorang komunikator memerlukan kemampuan komunikasi yang baik untuk menjalin keakraban dengan pelanggan  dengan memiliki inisiatif untuk memberikan informasi terkini kepada pelanggan, menjalin hubungan baik, dan selalu berpikiran positif. (SIN)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas