Strategi Kehumasan Pemerintah dalam Mengomunikasikan Kebijakan

Share post

Dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat, humas pemerintah perlu strategi yang tepat agar kebijakan mampu tersampaikan dengan baik.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Dalam GPR Workshop dengan tema ‘The Power of Media Handling to Build Public Trust’ yang diselenggarakan di Yogyakarta, Selasa (26/7/22) Ketua Umum Iprahumas Thoriq Ramadani menyampaikan lima arahan Presiden Jokowi kepada humas. Pertama, humas harus aktif berkomunikasi kepada rakyat. Kedua, humas harus mempunyai agenda setting dan narasi tunggal. Ketiga, humas harus menjelaskan isu secara terbuka kepada masyarakat. “Keempat, jangan mengedepankan ego sektoral,” ujarnya. Kelima, yakni mendorong keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan.

Untuk itu, penting sekali manajemen strategi kehumasan di instansi pemerintah. Saat membuat kebijakan, humas harus dilibatkan sejak awal. Sebab, humas merupakan bagian penting yang akan menjadi perpanjangan tangan informasi kepada masyarakat.

Dalam melakukan pemberian informasi kepada masyarakat, Thoriq melanjutkan, humas perlu mempertimbangkan saluran media, sasaran target audiens, dan permasalahan yang diangkat. Hal ini agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan tepat.

Thoriq menambahkan, perlu memetakan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai, agar memberikan objektif, gambaran strategi, dan taktik. Sebagai humas, penting mempertimbangkan komunikator dalam menyampaikan kebijakan, kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan yang dimiliki komunikator tersebut.

Setelah mengetahui target sasaran, akan lebih mudah mengemas pesan yang sesuai target sasaran. Hal ini juga berdampak pada bagaimana pesan tersebut akan disampaikan. “Jangan lupa memilah pesan yang layak disampaikan maupun tidak,” ujarnya.

Thoriq juga berpesan agar humas memberi informasi yang cepat, valid, dan terkonfirmasi. “Menjaga hubungan baik dengan stakeholder tidak hanya ketika ada kepentingan saja, namun harus terus menerus dan aktif berjejaring melalui organisasi kehumasan maupun kompetisi kehumasan,” tutup Thoriq. (fsb)

 


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas