Strategi Komunikasi Internal di Tahun 2021

Share post
PR harus membuat strategi komunikasi melalui penyampaian informasi yang interaktif, detail, relevan, dan konten yang engaging. Dok. Istimewa

Ada tiga tantangan yang diprediksi akan dihadapi praktisi public relations (PR) dan humas di tahun 2021, mengingat kondisi pandemic Covid-19 yang masih juga berlangsung.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Seperti yang disampaikan Gania Gusty, praktisi Internal Communication Startegic Planner di salah satu perbankan swasta, di gelar wicara yang diselenggarakan CPROCOM secara virtual, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, tantangan utama humas, khususnya dalam mengelola komunikasi internal, masih sama dengan tahun lalu. Ada tiga. Yakni, tuntutan untuk selalu adaptif, inovatif dan kolaboratif. “Adaptif terhadap perubahan yang konstan sudah menjadi kewajiban bagi setiap pelaku PR,” katanya.

Bukan perkara mudah, apalagi jika perusahaan tersebut memiliki ribuan karyawan. Untuk menjawabn tantangan itu, PR harus membuat strategi komunikasi melalui penyampaian informasi yang interaktif, detail, dan relevan. Selain itu, membuat konten yang engaging, menggunakan kanal komunikasi yang relevan dan sesuai tren komunikasi yang diminati audiens yang ingin disasar. 

Sementara itu agar informasi dan produk komunikasi dapat menjangkau lebih banyak audiens, PR harus berkolabrasi dengan seluruh unit bisnis yang lain. Sebaliknya, setiap divisi pasti memiliki program untuk mendukung target bisnis perusahaan. Program itu perlu dikomunikasikan.

Tugas PR adalah membantu setiap divisi agar agar program dapat dikomunikasikan secara terarah, dibuat dengan perencanaan yang matang, informasinya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan, serta mudah dijangkau. “Pada akhirnya, komunikasi yang bisa dilakukan dengan baik mudah ditangkap oleh audiens dapat memberikan efek yang diinginkan dengan tetap mengendalikan penyebaran informasi yang sifatnya rahasia,” katanya. 

Kondisi ini menuntut PR untuk mampu mengolah data informasi yang cocok bagi audiens yang disasar. Di sisi lain, belum tentu saluran komunikasi secara daring mampu mencapai efektivitas komunikasi.

Untuk itu, PR harus membuat konten yang mengandung unsur attention, interest, detail, call of action (AIDA). Dan, memastikan setiap konten mendapat persetujuan dari seluruh kepala divisi karena setiap informasi yang dipublikasikan, meski hanya untuk kalangan internal, sudah menjadi konsumsi publik. 

PR juga perlu bekerja sama dengan manajemen atau head tiap divisi untuk turut andil mengajak seluruh timnya untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan komunikasi perusahaan. Selain itu, membuat saluran komunikasi satu pintu. (rtn)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas