Strategi Komunikasi untuk Menjangkau Generasi Z

Share post
Para praktisi PR, harus menemukan kecocokan antara cerita yang ingin disampaikan dengan cerita yang ingin di dengar oleh Gen Z. Dok.Istimewa

 

Sensus Penduduk (SP2020) menunjukkan proporsi generasi Z lebih banyak dibandingkan generasi milenial. Lantas bagaimana strategi komunikasi yang tepat untuk menghadapi fenomena ini?

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Kamis, 21 Januari 2021, semua mata tertuju pada hasil Sensus Penduduk (SP2020). Tepat di hari itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan secara resmi hasil sensus. Berdasarkan sensus tersebut, diketahui jumlah generasi Z negeri ini  melampaui generasi milenial.

Adapun proporsinya, generasi Z (27,94%) sementara generasi milenial (25,87%). Generasi Z merupakan penduduk yang lahir di tahun 1997 – 2012, sementara milenial adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 – 1996.

Bagi praktisi public relations (PR), hasil sensus ini merupakan sinyal agar mereka lebih memerhatikan generasi Z dalam setiap aktivitasi dan program komunikasi. Praktisi PR juga tidak hanya melihat hasil sensus ini dari kacamata bahwa generasi Z termasuk ke dalam usia produktif yang berkontribusi mempercepat pertumbuhan ekonomi.

SELENGKAPNYA BACA DI E-MAGZ : EDISI 75, MEMBACA SELERA KOMUNIKASI GEN Z

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas