Tangkal Doksing Melalui Literasi Digital

Share post
Podcast Aruh-Aruh “Awas Doxing: Lindungi Diri, Lindungi Data Pribadi Dskominfo DIY, Senin (19/09/2022). Foto: Dok. Pribadi

Lindungi diri dengan cara melindungi informasi pribadi dan keluarga sebagai bagian dari literasi digital.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Dalam era digital ini, seseorang diarahkan untuk melindungi data pribadi agar  tidak disalah gunakan oleh orang lain. Untuk menghindari kebocoran data pribadi, seseorang diarahkan untuk melindungi diri dengan cara tidak mengumbar informasi di internet. Hal ini disampaikan oleh Stevanus Christian Handoko, anggota komisi D DPRD DIY pada podcast Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada podcast Aruh-Aruh “Awas Doxing: Lindungi  Diri, Lindungi Data Pribadi, Senin (19/09/2022) yang diikuti langsung ol eh HUMAS INDONESIA.

“Pada era internet ini, masyarakat cenderung menyukai untuk mengunnggah informasi pribadi pada media sosial. Hal ini sebenarnya berbahaya yang akan berefek pada penyalahgunaan data oleh orang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

Doxing merupakan aksi berbahaya untuk menyebarkan data pribadi kepada publik berbasis internet. Doksing  cenderung mendorong seseorang untuk menyalahgunakan informasi pribadi orang lain. Demi mencegah kebocoran data pribadi, masyarakat diarahkan untuk memiliki literasi digital dandengan bijak memilah informasi yang akan dibagikan kepada publik.

“Mayarakat dapat menjaga informasinya dengan membatasi dan memilih penyebaran informasi pribadi kepada publik. Sekaligus diharapkan dapat menyebarkan informasi pribadi kepada relasi terdekat seperti keluarga,” lanjutnya

Literasi Digital

Salah satu cara untuk melindungi informasi pribadi adalah dengan memiliki kemampuan literasi digital. Literasi digital menurut Allan Martin dalam buku Digital Literacies: Concepts, Policies and Practices (2008) merupakan kesadaran, sikap, dan kemampuan seseorang untuk menggunakan perangkat teknologi digital dalam mengidentifikasi, mengakses, mengelola hingga mengevaluasi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)  mendefinisikan bahwa data pribadi adalah data tentang seseorang, baik yang teridentifikasi maupun data yang dapat diidentifikasi baik secara langsung maupun tidak melalui saluran eketronik maupun non elektronik. Fitria Indri Kesumawati, Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Yogyakarta yang juga menjadi narasumber di acara tersebut, menerangkan bahwa data pribadi adalah data yang berkaitan dengan informasi seseorang baik yang bersifat umum maupun pribadi. Data ini dapat berupa nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor telepon, dan data lainnya.

Melindungi dari Doksing

Dilansir dari situs digitalbisa.id yang diakses Selasa (20/09/2022), seseorang dapat melakukan beberapa langkah untuk melindungi dari doksing dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerjasama, dan berpikir kreatif. Keempat langkah ini adalah bagian dari edukasi literasi digital yang dapat melindungi diri dari bahaya doksing di dunia digital.

Dalam literasi digital pula, etika penggunaan internet menjadi salah satu hal penting yang dapat diperhatikan oleh masyarakat dalam mengakses dan menggunakan internet. Masyarakat harus memahami informasi-informasi orang lain yang diizinkan atau tidak untuk disebarkan. Etika ini juga termasuk etika berkomunikasi dengan saling menghargai, menghormati, dan saling mempercayai. (SIN)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas