Teknologi, Bantu Humas Cegah Hoaks

Share post
Anastasia Lina menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk humas. Foto: Youtube Bincang Online Inspiratif

Dalam mengomunikasikan informasi, humas membutuhkan penguasaan teknologi.

SOLO, HUMASINDONESIA.ID – Efisiensi kerja humas dalam publikasi informasi tak lepas dari pemanfaatan teknologi. Humas di ranah rumah sakit juga dituntut untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Hal itulah yang disampaikan oleh Anastasia Lina, Kasie Humas, Marketing, dan Hukum RS DR. OEN Kandang Sapi Solo, Minggu (18/9/2022), pada acara kolaborasi Perhumasri dan Bincang Online Inspiratif (BIONS) berjudul Peran Teknologi dalam Humas Kesehatan.

Bagi perempuan yang akrab disapa Lina ini, humas adalah profesi yang dinamis, sehingga harus memiliki kemauan untuk terus belajar. Termasuk memiliki kompetensi dalam penguasaan teknologi yang berguna untuk mengoptimalkan publikasi perusahaan.

Semasa pandemi, perubahan pola kehumasan rumah sakit juga mengalami dinamikanya tersendiri. Peralihan itu menjadi tantangan, sebab rumah sakit harus menginformasikan dan mengembalikan kepercayaan publik untuk berani berkonsultasi saat pandemi. “Telemedicine sudah ada lama. Akhirnya saat pandemi diakselerasi penggunaannya, dikembangkan untuk bisa membantu masyarakat sampai sekarang. Untuk mengubah mindset butuh komunikasi dari humas,“ ungkapnya.

Selama menjadi humas, dirinya membuka banyak saluran publik agar dapat memonitor masukan untuk rumah sakit tempatnya bekerja. Di antaranya melalui kanal digital seperti media sosial, formulir pendaftaran di website, aplikasi pendaftaran, WhatsApp, telepon, serta secara konvensional mengomunikasikan fungsi kotak saran.

“Komplain itu hadiah bagi kami, kapan lagi kita dapat masukan gratis. Kalau berulang, berarti ada masalah sistem yang harus segera diatasi, termasuk komplain saat aplikasi yang kita buat” tutupnya.

Cegah Hoaks

Alina, Founder BIONS, menambahkan, bahwa humas juga perlu memastikan agar pesan sampai dan dipahami publik. Tools yang digunakan tentu disesuaikan dengan cara kerja sebuah instansi atau perusahaan. “Humas jangan lagi ada istilah gaptek, harus familiar dengan teknologi agar mudah menganalisis pemberitaan utamanya hoaks,” pesannya dalam acara daring melalui Zoom Meeting tersebut.

Hal yang dikemukakan Anastasia dan Alina bukan tanpa sebab. Pasalnya apabila humas piawai menggunakan teknologi, berita bohong dalam dunia kesehatan dapat diperangi. Salah satunya dengan membuat skema monitoring agar pemberitaan yang menyangkut perusahaan dapat diatasi dengan cepat. Selain itu teknologi membantu dalam menganalisis pemberitaan yang lebih disukai publik. Contohnya menggunakan fitur insight yang ditawarkan oleh media sosial seperti Instagram. (RES)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas