Waspada Pemicu Krisis di Media Sosial

Share post
Ilustrasi media sosial. Foto: Pexels

Kebocoran informasi perusahaan dari internal, konten internal yang tidak tepat, dan pernyataan kontroversial dari manajemen perusahaan adalah beberapa faktor yang dapat menimbulkan krisis di media sosial.

Di tengah masifnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, praktisi public relations (PR) harus peka terhadap setiap “percikan api”, sekecil apa pun itu. “Percikan api” adalah awal dari isu yang bisa berkembang menjadi krisis jika tidak ditangani dengan tepat. Media sosial yang mudak diakses, dapat menjadi sarana penyebaran krisis.

Apalagi saat ini siapa saja bisa membuat berita. Informasi, baik yang benar maupun hoaks dapat dengan mudah menyebar. Untuk itu, PR harus mampu membedakan antara informasi yang benar dengan hoaks, serta mengenali isu yang perlu dikelola. Praktisi PR juga harus dapat melihat situasi dan kondisi, menganalisis potensi isu, serta menentukan strategi dan taktik yang tepat dalam mengelola informasi di media sosial.

Selengkapnya Baca di E-MAGZ: Edisi 106, Cermat Melihat "Percikan Api" di Media Sosial

Share post

Tentang Penulis
Tiffany Diahnisa

Tiffany Diahnisa

PR INDONESIA Fellowship 2020 2021 dan 2022 Selengkapnya...
ARTICLE (1)