Anang Ristanto, Kemdikbudristek: Bekerja Amanah dari Hati

Share post
Foto: krjogja.com

Lima pesan orang tua yang selalu diingatnya membuat ia berusaha bekerja dengan amanah.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Karier lelaki kelahiran 17 Januari 1978 ini dimulai sejak 2002. Saat itu dirinya belum melirik humas sebagai profesi yang menarik untuk diulik. Hingga menapaki 2012, saat dirinya bergabung di tim Penyusun Program dan Anggaran, Biro Perencanaan dan KLN, ada semangat yang membuncah. “Ternyata humas itu penuh tantangan, dinamika, dan sangat menarik bagi saya,” kisah Anang Ristanto kepada HUMAS INDONESIA, Kamis (22/9/2022).

Wajar jika pernyataan itu terlontar, sebab ia merupakan alumnus S-1 Akuntansi di Universitas Islam 45 Bekasi dan melanjutkan S-2 Administrasi Kebijakan Publik di Universitas Indonesia, Jakarta. Meski tak memiliki latar belakang Ilmu Komunikasi, kepiawaiannya di dunia kehumasan didapatkan dari kepercayaan yang diberikan orang sekelilingnya. Anang mengoptimalkan kesempatan itu tak cuma-cuma.

Semasa sekolah ia juga merasakan betul pentingnya berjejaring lewat organisasi. Itu kemudian dimanfaatkannya untuk menyampaikan informasi terkait kebijakan yang ada di kementeriannya. Lelaki yang gemar bermain bulu tangkis ini juga percaya akan proses. Baginya, melakukan pekerjaan dengan baik menjadi langkah menuju kesuksesan. “Prinsipnya bekerja dengan hati, dan tetap amanah untuk mendukung kemajuan negeri tercinta,” sahutnya.

Pada prosesnya tentu tak selalu mulus. Ketika menerima masukan, alih-alih menyangkal, ia kerap menerima kritik sebagai bahan pembelajaran. Terbuka dan bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas menjadi acuannya dalam menghadapi berbagai tanggapan untuk dirinya.

Anang tak lantas berkecil hati karena datang dari disiplin ilmu berbeda saat menjabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemdikbudristek. Pemerintah mempunyai kewajiban membuka informasi, maka memerlukan penanganan isu cepat dan tepat. Dirinya tertantang mengulik profesi yang dinamis ini, sebab humas menjadi garda terdepan institusi pemerintah dalam memastikan komunikasi publik berjalan efektif. Terlebih peran strategis humas dalam menentukan keberhasilan implementasi kebijakan jadi daya tarik untuknya.

Selain mengandalkan saluran komunikasi digital yang beragam dalam mengomunikasikan kebijakan, utamanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), perlu kolaborasi banyak pihak. Hal itu diakuinya karena selama ini sosialisasi di berbagai kanal banyak dibantu beragam komunitas.

Lima Pesan

Sebelum ada di posisi sekarang, penikmat musik tradisional ini pun pernah diamanahkan menjadi pimpinan redaksi Majalah Jendela Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019 hingga 2021 serta menjadi Pranata Humas Ahli Madya, Biro Kerja sama dan Humas.

Ada lima pesan yang kerap terbayang dalam benaknya hingga kini: eling lan waspado (ingat dan waspada), ojo dumeh (jangan mentang-mentang), ojo gumunan (jangan mudah heran), ojo milik barang kang melok (jangan mudah tergiur oleh sesuatu yang tampak bagus dan indah), dan migunani marang wong liyo (berguna bagi orang lain). Wanti-wanti orang tuanya semasa hidup, denggan kesungguhan hati ia laksanakan karena memiliki makna mendalam. (RES)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas