Ayu Cornellia: Fleksibel dan Mudah Beradaptasi

Share post
Ayu Helena Cornellia: Founder Cornellia&Co. Foto: Dok. Instagram pribadi

Ayu Helena Cornellia membangun Cornellia&Co sebagai ekspresi cintanya dalam berbagi ilmu dunia kehumasan kepada generasi muda.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Pendirian Cornellia&Co pada tahun 2016 tak lepas dari kepedulian Ayu Cornellia sebagai seorang praktisi humas. Melalui perusahaannya, Ayu berharap dapat membagikan ilmu dunia kehumasan bagi calon praktisi humas.

“Saya ingin mendidik mahasiswa yang tertarik belajar menjadi praktisi humas profesional, mampu mengelola program kehumasan dan CSR, serta berbagi ilmu,” jelasnya dengan senyum manis kepada HUMAS INDONESIA, Senin (12/9/2022), melalui Zoom Meeting.

Cornellia&Co merupakan sebuah perusahaan konsultan kehumasan dan pemasaran pertama di Yogyakarta yang mengombinasikan metode klasik, serta tren integrasi teknologi modern yang melayani dan bekerjasama dengan berbagai jenis industri.

Berbeda dengan perusahaan konsultan di Jakarta, penggemar band Kahitna ini menggagas perusahaannya dengan tujuan utama menjadikan perusahaan sebagai ruang belajar calon praktisi humas. Disamping itu, Ayu juga berharap perusahaannya dapat membantu perkembangan perusahaan-perusahaan lokal di Yogyakarta, baik perusahaan swasta maupun pemerintah.

Cornellia&Co membuktikan tujuannya dengan menjadikan para mahasiswa sebagai pegawai perusahaan dan bekerjasama dengan program pemerintah lokal seperti Desa Wisata Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Segudang Pengalaman

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata DIY ini telah mencicipi pahit manisnya dunia kehumasan lebih dari dua dekade. Selama itu, dia telah berpetualang dari dunia kehumasan, dunia pemasaran, hingga dunia kebudayaan.

Merangkap sebagai founder Cornellia&Co, lulusan Sarjana Komunikasi dan Studi Media Deakin University, Australia ini juga menjabat sebagai Koordinator Komite Pertimbangan Benda Dewan Kebudayaan DIY sejak tahun 2020 yang bekerja sesuai arahan dan rekomendasi Sultan.

Mengikuti kebijakan Sultan, ibu tiga anak ini mempunyai tanggung jawab untuk membuat konsep komunikasi terkait informasi kebudayaan, menyelaraskan pesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan menyampaikan pesan baik secara verbal maupun non-verbal.

Perempuan asal Bali ini juga aktif menjadi pembicara dan trainer pada banyak acara kehumasan dan marketing di instansi pemerintah maupun swasta. Baginya, seorang praktisi humas dituntut untuk memperhatikan dan menyesuaikan tempatnya bekerja, mulai dari cara berbicara, cara berpikir, dan cara bekerja. Dalam pandangannya, menjadi praktisi humas pemerintah dan swasta memiliki dinamika berbeda. Praktisi humas pemerintah terbiasa melakukan tugasnya sesuai prosedur dan tupoksi intitusi pemerintah masing-masing. Sedangkan praktisi humas perusahaan swasta mempunyai dinamika lebih bebas.

Di akhir perbincangan kami, penikmat film Top Gun The Maverick ini menyelipkan sebuah tips bagi praktisi humas yang ingin berkembang. “Milikilah sifat fleksibel, mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan ahli di ranah digital,” pungkasnya. (SIN)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas