Faisal, Kadiskominfo Kaltim: Human Relations Jadi Kunci

Share post
Muhammad Faisal, Kadiskominfo Kaltim saat menjadi narasumber. Foto: Instagram/Faisal

Sepuluh tahun berkarier di dunia kehumasan, Faisal menekankan pentingnya membangun relasi.

SAMARINDA, HUMASINDONESIA.ID - Muhammad Faisal telah mengarungi dunia kehumasan dan keprotokolan selama lebih dari sepuluh tahun. Pada tahun keduanya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kalimantan Timur (Kadiskominfo Kaltim), ia banyak menorehkan prestasi. Dua prestasi yang santer adalah peringkat satu Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) tahun 2022. Kaltim juga mendapat Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tingkat Nasional tahun 2021 sebagai Provinsi Informatif dan menduduki peringkat tujuh. Hal tersebut disampaikannya dalam kesempatan wawancara bersama reporter HUMAS INDONESIA, Senin (12/9/2022).

Faisal, begitu sapaannya, memiliki perhatian besar terhadap kompetensi yang dimiliki pranata humas. Ini berkenaan dengan pentingnya posisi pranata humas memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan terbuka kepada publik. Pada era digital saat ini, tantangan pranata humas datang dari internal maupun eksternal. Seperti kepiawaian sumber daya manusia mengadopsi teknologi, anggaran yang perlu dioptimalkan agar efisien, hingga menjaga relasi dengan berbagai pihak.

Beberapa kompetensi pranata humas yang ia upayakan, berkaitan dengan literasi digital, growth mindset, dan digital mindset. Pasalnya dengan kemampuan itu, seseorang akan memutuskan kebijakan melalui data dan pemanfaatan teknologi, tak sekadar menggunakan perasaan.

“Kita menyimpan data tapi kita tidak pernah menggunakan. Tidak pernah membuat infografis data. kita tidak bisa memakai data untuk mempertimbangkan kebijakan. Mindset digital itu butuh literasi digital dan literasi data,” ungkapnya.

Dengan beragam tantangan, pelatihan maupun bimbingan teknis internal kepada pranata humas diperlukan untuk menyokong kinerja yang lebih baik. Upaya ini berimbas jangka panjang kepada pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD), baik untuk kredibilitas ataupun reputasi yang hendak dibangun.

Berjejaring Adalah Investasi

Pekerjaan rumah bagi Diskominfo Kaltim yang ia nakhodai adalah menambah diseminasi kegiatan pemerintah melalui multimedia. Bagi Faisal, media yang digunakan pemerintah tak cukup hanya dengan media sosial, tetapi juga pemanfaatan media konvensional. Faisal mempunyai simpati besar terhadap pemerataan di Kaltim. Itu sebabnya memerhatikan akses informasi di masyarakat penting agar kerja lebih efektif dan efisien.

Sebagai pranata humas, dirinya juga menyadari media relations harus bertransformasi menjadi human relations. Berjejaring dengan orang-orang di dalamnya menjadi investasi jangka panjang yang semestinya dilakukan. Sebab diharapkan dapat mengakomodir sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Prinsipnya human relationship, saya ajak (siapapun) berkawan. Ketika kita sudah akrab dengan wartawan, maka tidak ada berita yang naik tanpa konfirmasi, karena kita mudah dihubungi wartawan,” jelasnya.

Pria kelahiran 5 Agustus 1968 ini begitu menekankan menjaga relasi. Tak dimungkiri segudang aktivitas yang dilakoni menjadi alasan di baliknya. Sebelum menjabat Kadiskominfo Kaltim, dirinya telah menjabat di dua kedinasan lainnya. Di antaranya sebagai Kadis Pariwisata Kota Samarinda 2016 hingga 2019, serta Kadis Perindustrian Kota Samarinda pada 2019 hingga 2020.

Hal yang mengejutkan, kepiawaiannya di dunia kehumasan awalnya datang dari disiplin ilmu yang berbeda. Ia merupakan lulusan Akademi Analis Farmasi Surakarta pada 1990. Kemudian melanjutkan Pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Mahakam Samarinda pada 2001. Lantas mengambil program magister di Universitas Brawijaya Malang pada 2003. Selain dedikasinya untuk Pemprov Kaltim, ia juga menjadi pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman, STIKOM Mahakam Samarinda, dan Akademi Farmasi Samarinda.

Riwayat organisasinya pun mentereng. Faisal pernah menjabat sebagai Ketua 1 Pengda IPSI Kaltim, Ketua Perhumas Samarinda, hingga Ketua PD Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Kaltim. Pria yang gemar bermain tenis meja ini juga banyak mendapatkan pengalaman dan pelajaran dari aktivitasnya selama ini.

“Kita harus banyak belajar dengan case yang dialami orang lain, karena kalau ada kejadian kita sudah mengerti mengatasinya seperti apa,” tutupnya sambil tersenyum. (RES)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas