Rieka Handayani, Head of PR and Brand Activation Mekari: Kampanye PR Berdasar Data

Share post
Rieka berada di posisi saat ini berkat proses yang panjang. Dok. Pribadi

Rieka memiliki latar belakang sarjana Teknik Kimia. Namun “passion” yang ia temukan di dunia data digital, ditambah pengalaman dan jam terbang yang tinggi, membawanya menjadi PR dengan spesialisasi data.

 

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Percaya atau tidak, sosoknya yang dikenal sebagai public relations (PR) spesialis data itu membuat Rieka kerap dicari head hunter. Perkenalannya dengan data bermula saat ia melihat lowongan pekerjaan melalui Twitter, media sosial yang digemarinya dan sedang digandrungi generasi muda kala itu. Yose Rizal sang founder yang saat ini merupakan anggota Komisaris Telkomsel, sedang merintis perusahaan agensi berbasis social media listening tools bernama MediaWave.

Rieka tertarik. Padahal, perempuan yang gemar travelling dan fotografi itu adalah lulusan S1 Teknik Kimia ITENAS, Bandung. Pantang menyerah. Ia mengejar ketertinggalan dengan belajar berbagai ilmu data digital melalui YouTube dan kelas Webinar. Selebihnya, secara otodidak. Sebab, ketika itu data digital masih tergolong ilmu baru. 

Setelah menghimpun banyak ilmu dan pengalaman di MediaWave, perempuan yang dijumpai PR INDONESIA di suatu senja di Jakarta, Rabu (5/2/2020), itu mendapat tawaran dari head hunter untuk menjadi Social Account Manager Asia Pacific di Leo Burnett Group Indonesia, agensi periklanan yang berkantor pusat di Chicago, Amerika Serikat. Ia belajar ilmu baru. Ketika itu, Rieka dipercaya memegang klien dari berbagai latar belakang industri dan multinasional. Mulai dari perusahaan cepat saji sampai teknologi. Setelah itu, ia memutuskan pulang ke kampung halamannya, Bandung, karena ingin fokus membesarkan buah hati. 

Tantangan Baru

Baru tiga bulan menjadi ibu rumah tangga pascamelahirkan, Rieka kembali diminta MediaWave untuk bergabung. Ia menerima tawaran itu dengan alasan jarak antara kantor dengan rumahnya dekat dan jam kerjanya fleksibel. Apalagi, saat itu perusahaan yang berdiri tahun 2010 tersebut menerima pinangan dari Freeport Indonesia yang kala itu mulai membuka diri di dunia maya. Ia dan tim ditantang untuk mampu mengonter isu berdasarkan data. Dari sana pula ia belajar cara mengelola krisis. 

Rieka kembali dihubungi head hunter. Kali ini tawaran datang dari Blanja.com. Perusahaan join venture antara Telkom Indonesia dengan eBay itu sedang mencari sosok yang tepat untuk mengisi posisi head of PR yang tak hanya mengerti soal PR, tapi juga digital. “Di sana saya mendapat banyak ilmu dan bimbingan dari Pak Aulia (Aulia E. Marinto, CEO Blanja.com kala itu) tentang PR korporasi,” kata penganut prinsip pantang menyerah ini.

Sempat berlabuh setahun di Trans Media Sosial, hingga akhirnya, Oktober 2019, bergabung di Mekari, perusahaan rintisan yang fokus mengembangkan software-as-a-service (saas), sebagai Head of PR and Brand Activation. Ia tertantang karena posisi ini mengharuskannya untuk mengulik formula baru antara PR korporasi dengan PR marketing di perusahaan dengan model bisnis B2B yang targetnya niche market. “Kami harus bisa menyampaikan apa yang telah dilakukan perusahaan kepada audiens. Di sisi lain, juga harus membuat program yang memberi dampak secara bisnis,” ujarnya.

Rieka kini sedang berada di titik di mana ia tak lagi mengejar karier. Tapi, ingin meninggalkan warisan (legacy) untuk tim dan perusahaan. Kepada generasi PR, perempuan yang hobi naik gunung ini berpesan agar selalu menyusun strategi berdasarkan data dan sesuai urutan pola pikir. Jika cara itu sudah dilakukan, jangan takut mengeksekusi program. Yang penting, setelahnya diukur dan dievaluasi. “Selalu lakukan measurement agar kita menemukan polanya, kalau berhasil kenapa, gagal pun kenapa,” ujarnya. Tak lupa, ia mengimbau agar PR selalu terbuka dengan ilmu lain, asah kemampuan menganalisis, tingkatan kemampuan beradaptasi, dan jangan gaptek. (rvh/rtn)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas