Utami Setyowati, Kabag Humas Undip: Humas, Buku, dan Cita-cita yang Terwujud

Share post
Utami Setyowati, Kepala Bagian Humas Universitas Diponegoro. Foto: Dok. Pribadi

Memiliki karier mentereng di bidang public relations, tak membuat perempuan berdarah Jawa ini berhenti menyerap ilmu tentang kehumasan.

YOGYAKARTA, HUMAS INDONESIA – Utami Setyowati, mengawali kariernya di bidang kehumasan sebagai Kepala Sub Bagian UPT Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip), sejak tahun 2016. Langsung mendapat amanah dengan jabatan tinggi, rupanya sedikit membuat Utami merasa khawatir. Namun hal ini tidak membuatnya gentar. Perempuan kelahiran Semarang tersebut terus meningkatkan kualitas diri. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku mengenai kehumasan.

Berkat kerja kerasnya, tak mengherankan jika perempuan yang suka mendengarkan musik aliran pop ini berhasil menyabet penghargaan bergengsi bagi para insan public relations di Indonesia. Salah satunya, tahun 2020 lalu ia berhasil menyandang Bronze Winner untuk kategori Kepala Sub Bagian Humas pada ajang Jambore PR INDONESIA (JAMPIRO) yang diadakan oleh PR INDONESIA. Penghargaan itu bukanlah kali pertama bagi Utami. Di tahun sebelumnya, ia berhasil membawa majalah Undip “Gema Undip” jadi pemenang Bronze Winner Sub Kategori Media Cetak di ajang PRIA tahun 2019.

“Waktu itu ada banyak kasubag bersaing. Alhamdulillah saya lolos dan dapat Bronze Winner,” tutur Utami mengenang penghargaan yang diraihnya ketika diwawancara oleh HUMAS INDONESIA, Selasa (13/9).

Utami berkarir di bidang kehumasan berawal dari adanya tawaran beasiswa untuk melanjutkan kuliah Magister Ilmu Komunikasi Undip pada tahun 2012. Baginya, tawaran beasiswa itu adalah jawaban dari belasan tahun doanya untuk bisa berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). “Saya merasa seperti doa yang terjawab. Cita-cita dari dulu, saya ingin kuliah di FISIP akhirnya terkabul justru ketika saya sudah menikah dan berkeluarga,” kenangnya.

“Tuhan tak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Selalu ada kemudahan di setiap kesulitan.” Kalimat tersebut jadi prinsip yang dimiliki oleh Utami. Dengan keyakinan itu, Utami selalu melihat segala sesuatu di masa depan dengan positif. Kemudahan jalan itu didapatkan satu tahun setelah resmi meraih gelas Magister Ilmu Komunikasi. Saat itu Undip sedang membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi posisi Kasubag Humas Undip. Utami berhasil mendapatkan pekerjaan itu meskipun ia belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya di bidang kehumasan.

Mudah Beradaptasi

“Sewaktu masih menjadi staf kemahasiswaan, saya termasuk pegawai yang supel, gampang beradaptasi, dan berteman. Sikap-sikap tersebut memang dasar yang harus ada dalam jiwa PR. Hal itu jadi value yang saya punya dan sangat membantu ketika saya akhirnya terjun berkarier di sini,” ungkap perempuan yang gemar membaca novel dan cerita detektif tersebut.

Menjadi bagian dari humas institusi pendidikan memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, sebagai frontliner untuk sebuah institusi perguruan tinggi, harus bisa menyesuaikan dengan visi dan misi kampus. Maka, langkah yang diambil oleh humas wajib selaras dengan tujuan yang dibangun oleh kampus.

Di bawah kepemimpinannya, Undip kini memiliki dua layanan garda terdepan dalam hal promosi dan informasi. “HALO UNDIP” menjadi layanan informasi publik yang dapat diakses secara mudah oleh siapapun. Dengan sistem “live chat”, layanan ini memungkinkan orang untuk membuat pengaduan ataupun hanya sekadar meminta informasi. Rencananya layanan HALO UNDIP akan dibuat versi aplikasi yang dapat diunduh melalui Goole Play Store maupun App Store.

Disamping itu masih ada pula layanan UNDIP TV melalui kanal Youtube, disamping produk-produk digital di sosial media. Selain itu, Utami juga akan terus berkolaborasi dengan media-media eksternal untuk meningkatkan reputasi Undip di kancah nasional. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas