Kampanye Pemerintah Singapura Merajai YouTube

Share post

Iklan Layanan Masyarakat Pemerintah Singapura konsisten menduduki posisi-posisi teratas papan peringkat iklan YouTube Singapura sepanjang Januari – Juni 2019. Mumbrella Asia melaporkan, fenomena ini merupakan dampak lanjutan dari apa yang terjadi dalam enam bulan terakhir 2018. Jumlah iklan YouTube pemerintah Singapura yang menduduki peringkat atas meningkat menjadi tujuh iklan dalam tiga bulan pertama 2019, dari sebelumnya enam iklan selama enam bulan terakhir 2018.

Papan peringkat Iklan YouTube adalah statistik yang menunjukkan iklan yang memiliki performa terbaik di YouTube. Penghitungan performa ini diukur dengan algoritma yang mempertimbangkan faktor jumlah views, rentang waktu yang dihabiskan untuk menonton dan jumlah audiens yang menyimpan video tersebut.

YouTube menyampaikan bahwa jumlah warga Singapura yang mengunjungi YouTube setiap bulan mencapai 85%. Jumlah yang fantastis ini membuat brand, agensi, dan tentunya (Humas) Pemerintah Singapura dengan yakin menggunakan video sebagai kanvas digital paling potensial.

Sejumlah iklan layanan masyarakat pemerintah Singapura yang masuk pada peringkat-peringkat teratas YouTube tersebut antara lain:

1. Hari Raya with #HafandHaf

 

2.  The Merdeka Sayang

 

3. Tests

 

Dari pengukuran performa iklan yang menempati posisi teratas, ada beberapa tren yang ditemukan:

1. Pancing Ketertarikan Audiens

Sembilan puluh detik awal video di YouTube menjadi faktor penentu, apakah audiens akan melanjutkan menonton atau tidak. Standar ini telah berhasil dilewati oleh sebagian besar iklan pemerintah Singapura. YouTube menyampaikan bahwa durasi tidak lagi menjadi batasan untuk konten, namun ini berarti pembuat video harus terus berkreasi dan menghasilkan karya yang otentik untuk membuat penonton terus tertarik.

2. Memanfaatkan momen

YouTube menyoroti sejumlah kampanye yang disampaikan Pemerintah Singapura dengan memanfaatkan momen Hari Raya. YouTube menggarisbawahi bahwa membuat cerita yang emosional dan senada dengan nilai-nilai yang sesuai dengan peringatan hari raya atau hari besar, telah terbukti menjadi salah satu resep kesuksesan video kampanye.

Konten Menarik

Untuk iklan ‘Tests’, Director of Marketing and Communication The Learning Lab, Eleanor Tan menyampaikan bahwa produksi video dilakukan dengan menangkap momen yang fokus pada hal detil. “Kami ingin menyampaikan pesan video ini kepada sebanyak mungkin audiens potensial. Misal orangtua yang memiliki anak usia sekolah, guru, orangtua muda, dan masih banyak lagi. Maka, kami memanfaatkan YouTube sebagai media untuk memaksimalkan sebaran iklan ini pada sebanyak mungkin orang,” ujarnya seperti dilansir www.mumbrella.asia (22/07/2019).

Dua video Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Singapura juga berada di posisi atas peringkat iklan YouTube Singapura. “Kami berkolaborasi dengan sosok-sosok ikonik dari Merdeka Generation (warga Singapura berusia 60 - 69 tahun) untuk membuat video The Merdeka Sayang. Kemudian untuk #HafandHaf video, diterapkan gaya penyampaian yang berbeda. Kami akan terus memproduksi konten yang segar, menarik, dan relevan untuk menyampaikan informasi dari Pemerintah Singapura kepada warga,” ujar Direktur Kampanye dan Departemen Produksi Kemkominfo Singapura, Soffy Hariyanti.

Fenomena yang terjadi di Singapura ini menjadi bukti kuat bahwa lembaga pemerintah bisa membuat konten kampanye maupun iklan layanan masyarakat yang menarik. Lebih dari itu, bisa menempati posisi-posisi teratas di YouTube dengan catatan engagement yang tinggi. Syaratnya, proses pembuatannya memerlukan kolaborasi dengan pihak yang tepat, relevan  dengan target audiens, dan terus kreatif dan inovatif. (den)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas